BLITAR, madiunpunyakita.com - KAI Daop 7 Madiun kembali menutup perlintasan sebidang liar di wilayah Kabupaten Blitar sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Penutupan dilakukan di Km 110+0/1 petak jalan antara Stasiun Garum–Talun, tepatnya di Dusun Sempol, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Selasa (19/5/2026).
Penutupan dilakukan dengan pemasangan patok rel dan palang berbahan bantalan besi agar akses tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PT KAI dalam menekan potensi kecelakaan di jalur perlintasan tidak resmi.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Tohari, mengatakan keberadaan perlintasan liar sangat membahayakan karena tidak dilengkapi sistem pengamanan sesuai standar keselamatan perkeretaapian.
“Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan. Perlintasan tidak resmi sangat berisiko karena tidak dilengkapi perangkat keselamatan dan dijaga petugas,” ujar Tohari dalam keterangannya.
KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat yang sebelumnya melintas di lokasi tersebut untuk menggunakan jalur alternatif melalui JPL 168A Km 110+5/6 yang telah dilengkapi palang pintu dan penjagaan sehingga dinilai lebih aman.
Dalam kegiatan tersebut, KAI melibatkan sejumlah unsur internal dan eksternal. Dari internal hadir Manajer Pengamanan Kombes Pol Sigit Nurochmat Hidayat, jajaran Unit PAM, tim JR 7.11 Blitar, serta Manager Humas Daop 7 Madiun. Sementara dari eksternal turut hadir unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Kecamatan Talun, perangkat desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat setempat.
Tohari menambahkan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar agar tidak kembali membuka akses liar di jalur kereta api.
“KAI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak membuat maupun menggunakan perlintasan liar. Gunakanlah perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan,” katanya.
Selama proses penutupan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. (rls/ali).
