MADIUN, madiunpunyakita.com – Komunitas bersepeda milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Indonesia Railways Cycling Community (IRCC), turut memeriahkan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) melalui kegiatan Recovery Ride dan Fun Bike bersama di Kabupaten Madiun, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Madiun serta berbagai unsur pemerintahan lainnya.
Acara dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga perwakilan pemerintah tingkat kecamatan dan desa.
Dari jajaran PT KAI Daop 7 Madiun, Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi hadir memimpin kegiatan didampingi Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari, jajaran manajemen, serta seluruh anggota IRCC Daop 7 Madiun.
Kegiatan diawali dari Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun sebagai titik start. Ratusan peserta gowes kemudian menempuh rute di sejumlah jalan wilayah Madiun sebelum akhirnya finis di kawasan wisata Madiun Umbul Square.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, partisipasi IRCC dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peran IPARI dalam membangun masyarakat.
“Harlah ke-3 IPARI ini menjadi momentum yang sangat istimewa. Melalui kehadiran IRCC Daop 7 Madiun di tengah keluarga besar Forkopimda, SKPD, hingga aparatur tingkat desa, kami ingin memberikan dukungan nyata terhadap semangat yang diusung IPARI,” ujar Tohari.
Ia berharap hubungan harmonis antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Madiun dapat terus terjalin dengan baik melalui berbagai kegiatan kolaboratif.
“Semoga sinergi dan hubungan baik yang telah terbangun erat antara KAI Daop 7 Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Madiun terus terjaga harmonis,” tambahnya.
Peringatan Harlah ke-3 IPARI tahun 2026 mengusung tema “IPARI Merawat Indonesia”. Tema tersebut menitikberatkan pada tiga gerakan utama, yakni gerakan spiritual, literasi, dan ekoteologi atau pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan gowes bersama ini, semangat hidup sehat, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas instansi di Kabupaten Madiun. (rls/ali).
