MADIUN, madiunpunyakita.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan operasional yang terjadi di emplasemen Stasiun Pasarsenen, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Gangguan tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan, termasuk kereta yang melintas maupun menuju wilayah Daop 7 Madiun.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan tersebut.
“Kami memohon maaf atas kendala gangguan operasional yang terjadi di emplasemen Stasiun Pasarsenen. Namun saat ini petugas berhasil menyelesaikan penanganan dan normalisasi jalur sehingga perjalanan kereta api telah kembali normal dan seluruh perjalanan tetap diberangkatkan walaupun mengalami keterlambatan,” ujar Tohari dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Adapun sejumlah kereta api yang terdampak keterlambatan di antaranya KA Majapahit relasi Pasarsenen-Malang yang terlambat 20 menit saat berada di Stasiun Pasarsenen.
Kemudian KA Brantas relasi Pasarsenen-Blitar mengalami keterlambatan hingga 144 menit saat berada di Stasiun Pasirbungur. KA Matarmaja relasi Pasarsenen-Malang juga terlambat 130 menit saat melintas di Stasiun Tegal.
Selain itu, KA Bangunkarta relasi Pasarsenen-Jombang mengalami keterlambatan 97 menit di Stasiun Prupuk dan KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen-Surabaya Gubeng terlambat 115 menit di Stasiun Karangsari.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlambatan tersebut, KAI memberikan service recovery kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Kompensasi diberikan baik di stasiun maupun di atas kereta api, mulai dari minuman hingga makanan berat menyesuaikan durasi keterlambatan perjalanan.
KAI juga memberikan fasilitas pengembalian bea tiket atau refund sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan bagi pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan akibat dampak gangguan operasional tersebut.
Tohari menegaskan, KAI tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api. Evaluasi menyeluruh juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
KAI Daop 7 Madiun turut mengimbau masyarakat yang akan menjemput penumpang di sejumlah stasiun wilayah Daop 7 Madiun agar menyesuaikan waktu penjemputan dengan perkembangan keterlambatan perjalanan kereta api terdampak.
“Hal ini guna mendukung kelancaran arus kendaraan serta kenyamanan pelayanan di area stasiun,” kata Tohari. (rls/ali).
.
