![]() |
KAI Daop 7 Madiun bersama Media mitra Humas KAI mencoba integrasi transportasi hingga Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung. |
JAKARTA, madiunpunyakita.com – Perjalanan dari Jakarta ke Bandung kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Dengan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta pengumpan atau KA Feeder dari Stasiun Padalarang, penumpang dapat mencapai pusat Kota Bandung dalam waktu sekitar 40 menit.
Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Emir Monti, mengatakan Whoosh hadir sejak 2023 untuk meningkatkan konektivitas Jakarta dan Bandung sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat bagi masyarakat.
“Secara total, perjalanan Whoosh dari Halim Jakarta menuju Padalarang itu menempuh waktu 29 menit. Ditambah perjalanan KA Feeder yang gratis untuk penumpang Whoosh selama 18 menit, total sekitar 40-an menit penumpang sudah bisa dari pusat Kota Jakarta menuju pusat Kota Bandung,” kata Emir.
Whoosh beroperasi dengan kecepatan maksimum hingga 350 kilometer per jam. Layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini melayani empat stasiun, yakni Halim di Jakarta, Karawang, Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, serta Tegalluar Summarecon di Kabupaten Bandung.
Untuk menunjang mobilitas masyarakat, Whoosh saat ini melayani 52 perjalanan setiap hari. Jadwal keberangkatan tersedia dengan interval sekitar 30 menit sehingga penumpang memiliki sejumlah pilihan waktu perjalanan.
![]() |
| Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Emir Monti didampingi Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari saat kunjungan bersama media wilayah Madiun. |
Dari sisi kapasitas, setiap rangkaian Whoosh menyediakan 601 tempat duduk yang terbagi dalam tiga kelas pelayanan. Premium Economy memiliki 555 kursi, Business Class sebanyak 28 kursi, dan First Class sebanyak 18 kursi.
Emir menyebut jumlah penumpang Whoosh pada hari kerja berkisar 16.000 hingga 18.000 orang per hari. Sementara pada akhir pekan, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 18.000 hingga 21.000 penumpang per hari.
Pada periode puncak 2023–2024, jumlah penumpang bahkan mencapai sekitar 26.000 orang dalam sehari. Angka tersebut menggambarkan tingginya penggunaan kereta cepat untuk mendukung mobilitas masyarakat antara Jakarta dan Bandung.
Selain penumpang domestik, Whoosh juga menjadi pilihan wisatawan mancanegara. Emir menyebut, pada periode 2023–2024, layanan tersebut mengangkut sekitar satu juta penumpang internasional. Dari jumlah itu, sekitar 430.000 penumpang atau 43 persen berasal dari Malaysia.
Menurut Emir, minat wisatawan Malaysia turut didukung daya tarik destinasi wisata di Jakarta dan Bandung. Konektivitas kereta cepat memudahkan wisatawan menjangkau kedua kota untuk beragam keperluan, mulai dari perjalanan bisnis hingga berwisata.
Dengan waktu tempuh yang relatif singkat, jadwal keberangkatan yang tersedia sepanjang hari, serta koneksi KA Feeder gratis dari Padalarang, Whoosh menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang bepergian antara Jakarta dan Bandung. (ali).

