
Vice President of Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba
MADIUN, madiunpunyakita.com – Minat wisatawan asing menggunakan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkat sepanjang 2026. Hingga September, jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang dilayani KAI Daop 7 Madiun mencapai lebih dari 8.000 orang.
Data tersebut disampaikan Vice President of Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba dalam pertemuan dengan awak media di Madiun, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kinerja angkutan penumpang dan barang, konektivitas, perkembangan pariwisata, serta persiapan layanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Anne mengatakan jumlah penumpang WNA di wilayah Daop 7 Madiun mengalami pertumbuhan sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah wisatawan asing yang menggunakan layanan kereta api di wilayah tersebut masih berada di kisaran 7.000 orang.
“Ada kenaikan dibanding tahun lalu,” kata Anne, didampingi Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari.
Secara nasional, KAI Group juga mencatat pertumbuhan kinerja angkutan penumpang. Sepanjang Januari-September 2026, jumlah penumpang mencapai 394,44 juta orang atau tumbuh 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan penggunaan kereta api semakin diminati untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas masyarakat, perjalanan antarkota, hingga perjalanan wisata.
Sejumlah layanan mencatat pertumbuhan cukup signifikan. LRT Jabodebek tumbuh sekitar 18,94 persen, sedangkan layanan KAI Wisata meningkat sekitar 23,04 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada layanan KAI Commuter dan angkutan penumpang jarak lokal.
Menurut Anne, peningkatan tersebut memperlihatkan semakin strategisnya transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kereta api dinilai memiliki keunggulan dari sisi kapasitas angkut dan efisiensi perjalanan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dari sektor angkutan barang, KAI juga mencatat volume pengiriman yang besar sepanjang Januari-September 2026. Angkutan batu bara menjadi komoditas dominan dengan volume sekitar 41 juta ton, sementara angkutan non-batu bara mencapai sekitar 9,1 juta ton.
Pertumbuhan angkutan penumpang dan barang tersebut menjadi bagian dari evaluasi KAI untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat hingga akhir 2026, termasuk menyiapkan layanan menjelang periode Nataru.
Pertemuan media di Madiun tersebut turut dihadiri komunitas pecinta kereta api di wilayah Daop 7 Madiun serta influencer. Forum itu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara KAI, media, dan komunitas dalam mendukung peningkatan layanan serta keselamatan perjalanan kereta api. (ali).