
Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi ikut kerja bakti pemugaran RTLH di Desa Karangrejo.
WUNGU, madiunpunyakita.com - Pemerintah Kabupaten Madiun mencoba mempraktikkan pendekatan pembangunan yang lebih membumi melalui program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu. Selama dua hari pelaksanaan, Rabu–Kamis (21–22 Januari 2026), pemerintah daerah tidak hanya membawa layanan terpadu, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kerja-kerja fisik bersama warga.
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi turun langsung mengikuti kerja bakti pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembangunan dan peningkatan saluran irigasi pertanian. Kehadiran keduanya menandai upaya pemerintah daerah untuk memperpendek jarak antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa.
Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bahkan memilih menginap di rumah warga selama program berlangsung. Langkah itu dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memahami persoalan desa dari sudut pandang warga.
Pada hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada sektor-sektor yang menjadi penopang utama ekonomi Karangrejo. Pertanian menjadi perhatian utama, terutama terkait ketersediaan dan kualitas saluran irigasi. Menurut Hari Wuryanto, peningkatan infrastruktur irigasi dinilai mendesak karena potensi pertanian di desa tersebut cukup besar.
“Untuk saluran irigasi kita tingkatkan, karena pertaniannya ternyata luar biasa,” ujar Hari di sela kerja bakti.
Selain pertanian, pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan peternakan ayam di Karangrejo. Sektor ini dinilai strategis seiring dengan kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membuka kebutuhan pasokan protein hewani dalam jumlah besar.
“Supaya bisa menyediakan sendiri. Tadi juga ada peternak ayam, itu harus kita tingkatkan,” kata Hari.
Bahana Bersahaja juga diarahkan untuk mendorong ekonomi lokal berbasis UMKM. Desa Karangrejo mulai mengembangkan pasar mingguan yang diharapkan menjadi ruang transaksi sekaligus etalase produk warga. Pasar tersebut diproyeksikan menjadi titik temu antara produsen lokal dan konsumen dari wilayah sekitar.
Ke depan, Pemkab Madiun juga merencanakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan barat SDLB Desa Karangrejo. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, sekaligus sarana penguatan kelembagaan ekonomi warga.
“Kalau gerai itu sudah jadi, akan menjadi pusat ekonomi. Harapan kami, perekonomian Karangrejo bisa lebih maksimal,” ujar Hari.
Bagi pemerintah daerah, Bahana Bersahaja bukan semata soal pembangunan fisik. Program ini dirancang untuk menumbuhkan keguyuban, memperkuat kolaborasi, dan membangun rasa memiliki antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita ingin meningkatkan keguyubrukunan dan harmonisasi seluruh komponen, mulai dari petani, UMKM, sampai aktivitas ekonomi di KDMP,” kata Hari.
Melalui kerja bakti, keterlibatan langsung kepala daerah, dan dialog bersama warga, Bahana Bersahaja di Karangrejo menjadi gambaran pendekatan pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses kebersamaan yang menyertainya. (ali).