KOTA MADIUN, madiunpunyakita.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar inspeksi jalur selatan dalam rangka memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 di wilayah Daop 7 Madiun. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Operasi dan diikuti jajaran manajemen di Stasiun Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan rombongan Kereta Api Inspeksi terdiri dari jajaran Board of Directors (BOD) dan Board of Commissioners (BOC). Selain itu, turut hadir tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
“KA inspeksi jalur selatan saat ini dipimpin oleh Direktur Operasi. Rombongan terdiri dari BOD dan BOC. Dari eksternal ada KNKT dan juga DJKA,” ujar Tohari di Stasiun Madiun, Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, inspeksi dilakukan secara khusus untuk melihat langsung kesiapan operasional Angkutan Lebaran di wilayah Daop 7 Madiun. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
“Tujuan sidak para BOD maupun BOC ke wilayah Daop 7 Madiun ini untuk melihat kesiapan angkutan Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026. Yang menjadi perhatian utama tentu terkait keselamatan perjalanan kereta api,” katanya.
Beberapa titik rawan menjadi fokus pemantauan, di antaranya daerah rawan longsor, lokasi yang berpotensi ambles, serta perlintasan sebidang (PJL), terutama yang belum dilengkapi palang pintu.
Tohari menjelaskan, untuk daerah dengan pantauan khusus, KAI telah menambah petugas pengawasan ekstra guna meminimalkan potensi gangguan perjalanan kereta api.
“Daerah-daerah khusus yang memerlukan pantauan, seperti rawan longsor dan PJL tanpa palang pintu, menjadi pembahasan penting. Untuk wilayah pantauan khusus ini kami lakukan penambahan petugas pengawasan ekstra,” ujarnya.
Kehadiran KNKT dalam inspeksi tersebut, lanjut Tohari, berfokus pada aspek keselamatan. KNKT turut memberikan masukan terkait titik-titik di wilayah Daop 7 yang memerlukan perhatian lebih, termasuk lokasi yang kerap terjadi amblesan serta fasilitas pendukung di perlintasan sebidang.
“Dari KNKT juga sudah menyampaikan terkait daerah-daerah di Daop 7 yang menjadi pantauan khusus, termasuk yang sering terjadi amblesan dan PJL ekstra beserta fasilitasnya,” kata dia.
Setelah melakukan pemantauan di Stasiun Madiun, rombongan dijadwalkan melanjutkan inspeksi dengan pengecekan lintas pada esok hari. Pemeriksaan akan dilakukan dari Madiun hingga Stasiun Wlingi guna memastikan kesiapan prasarana dan sarana di jalur selatan menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026. (ali).
