KABUPATEN MADIUN, madiunpunyakita.com – Ratusan siswa-siswi dari Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mengikuti praktik manasik haji yang digelar di halaman Masjid Baitusy Syafa’ah, Desa Kranggan, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan MI Riyadlotul Uqul Desa Kranggan itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta mengenakan pakaian ihram layaknya jamaah haji di Tanah Suci serta mengikuti simulasi seluruh rangkaian ibadah haji secara berurutan.
Praktik manasik dimulai dari halaman Masjid Baitusy Syafa’ah dan berakhir di Lapangan Desa Kranggan yang disimbolkan sebagai Ka’bah. Sepanjang kegiatan, para siswa tampak semangat mengikuti arahan guru dan panitia.
Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Geger, Rouf Sofyan, mengatakan kegiatan manasik haji rutin dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter religius bagi peserta didik sejak usia dini.
“Melalui praktik manasik haji ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan teori di madrasah, tetapi juga langsung mempraktikkan tata cara ibadah haji secara bersama-sama,” ujar Rouf Sofyan dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media edukasi yang efektif untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada siswa dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, serta menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak di masa mendatang,” katanya.
Dalam praktik tersebut, para peserta memperagakan seluruh rangkaian rukun haji, mulai dari ihram, yakni niat memulai ibadah haji dari miqat dengan mengenakan pakaian ihram. Selanjutnya, siswa mengikuti simulasi wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji, kemudian dilanjutkan dengan lempar jumrah.
Usai prosesi tersebut, peserta melaksanakan tawaf ifadah dengan mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Rangkaian dilanjutkan dengan sa’i, yakni berjalan dan berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Sebagai penutup, siswa menjalani tahallul dengan memotong sebagian rambut sebagai tanda selesainya ibadah haji. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sesuai urutan rukun haji.
Rouf Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, orang tua siswa, serta berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran acara. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, dan Banser Kecamatan Geger yang membantu pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, pihaknya turut mengapresiasi Yayasan Al-Muttaqin dan MI Riyadlotul Uqul Desa Kranggan yang telah memfasilitasi lokasi dan sarana pendukung kegiatan.
“Kami berharap kegiatan manasik haji dan program Hari Santri Nasional seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa juga diajak menanamkan nilai disiplin, kesabaran, kebersamaan, serta semangat gotong royong selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah.
Panitia berharap praktik manasik haji tahun ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang menyenangkan dan membekas bagi seluruh siswa RA dan MI se-Kecamatan Geger.(ali).

