KOTA MADIUN, madiunpunyakita.com - Pemerintah Kota Madiun resmi meluncurkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 di Balai Kota Madiun, Rabu (20/5/2026). Dalam peluncuran tersebut, Pemkot Madiun juga memperkenalkan tema besar “Madiun Berkilau” serta logo resmi Hari Jadi Kota Madiun ke-108.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan seluruh agenda peringatan tahun ini dirancang dengan melibatkan pelaku lokal, khususnya pada kegiatan yang menggunakan anggaran APBD.
“Seluruh talent yang terlibat di HUT ini berasal dari lokal, khususnya yang menggunakan anggaran APBD. Semuanya untuk masyarakat Kota Madiun,” ujar Bagus.
Beragam agenda telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Salah satunya Jambore Nasional Vespa yang akan digelar pada 29 Mei 2026 di Stadion Wilis hasil kolaborasi Pemkot Madiun bersama komunitas Gagak Rimang Indonesia.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan turnamen catur nasional, Madiun Night Run di Jalan Pahlawan, pagelaran seni di tiga kecamatan, hingga Esport Competition pada 6-7 Juli 2026 di Balai Kota Madiun dengan memanfaatkan videotron di Madiun Plaza.
Menurut Bagus, pagelaran seni akan melibatkan Dewan Kesenian Kota bersama para pelaku seni di masing-masing kecamatan.
“Pagelaran seni nanti dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Kota yang menggandeng pelaku seni di masing-masing kecamatan,” katanya.
Tak hanya itu, sejumlah agenda budaya dan olahraga juga akan digelar, seperti prosesi pernikahan adat Jawa, turnamen tenis meja, basket Wali Kota Cup, parade military drumband, Pesona Barongsai Nusantara, hingga kirab budaya pencak silat yang melibatkan 13 perguruan silat.
Bagus menilai kirab budaya pencak silat menjadi langkah awal memperkuat identitas Kota Madiun sebagai Kota Pendekar sekaligus mengangkat pencak silat sebagai warisan budaya daerah.
“Kita ingin pencak silat tidak hanya hadir saat Suronan saja, tetapi menjadi budaya yang terus diangkat sebagai warisan Kota Madiun,” ungkapnya.
Pemkot Madiun juga menghadirkan sejumlah agenda baru, salah satunya lomba Cipta Kreasi Jajan Khas yang bertujuan mendorong lahirnya makanan khas baru Kota Madiun.
“Pemenangnya nanti akan dipatenkan oleh Pemerintah Kota Madiun. Jadi bukan meniru daerah lain, tetapi benar-benar menciptakan jajanan khas baru,” jelas Bagus Panuntun.
Pada sektor hiburan, rangkaian HUT Kota Madiun akan dimeriahkan pagelaran wayang kulit yang melibatkan 17 dalang lokal dan 100 waranggana muda, street competition, turnamen tinju di Alun-Alun Kota Madiun, hingga Madiun Velo City Run.
Menariknya, Pemkot Madiun juga menyiapkan kompetisi video mapping internasional pada 23-25 Juli 2026. Bagus menyebut Kota Madiun menjadi salah satu daerah yang telah memiliki perangkat video mapping sendiri sehingga potensi tersebut ingin dimaksimalkan untuk memperkenalkan Kota Madiun ke tingkat internasional.
“Kita kota kecil, tetapi harus berani mendunia. Video mapping competition internasional ini menjadi salah satu cara memperkenalkan Kota Madiun ke dunia,” ujarnya.
Bagus mengakui penyelenggaraan HUT Kota Madiun tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi APBD. Namun, dukungan komunitas, event organizer, hingga cabang olahraga membuat seluruh agenda tetap dapat terselenggara.
“Prinsip saya, konsepnya jadi dulu. Alhamdulillah banyak pihak di luar pemerintah yang ikut mendukung dan memeriahkan Hari Jadi Kota Madiun ke-108,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat branding Kota Madiun di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari Jadi Kota Madiun ini harus bisa mengenalkan Kota Madiun ke seluruh penjuru dunia. Cita-cita kita adalah Madiun Mendunia,” tutur Bagus Panuntun. (ali).


