MADIUN,madiunpunyakita.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung sarana ibadah di pondok pesantren serta pembangunan fasilitas pendidikan tinggi di wilayah Madiun.
Bantuan diserahkan langsung oleh Deputy Daop 7 Madiun Alam Prasetyo, didampingi Tim TJSL Daop 7 Madiun, Manager Sintel, serta Manager Jalan Rel dan Jembatan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan program TJSL merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Program TJSL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun dalam menjalankan prinsip ESG. Kami berkomitmen tidak hanya berfokus pada operasional dan pelayanan bisnis kereta api, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Dalam penyaluran kali ini, KAI Daop 7 Madiun mengalokasikan bantuan sebesar Rp30.225.000 untuk pengadaan sarana dan prasarana ibadah di Pondok Pesantren Kanzul Ulum.
Selain itu, melalui program KAI EDUFRIEND, KAI Daop 7 Madiun juga menyalurkan bantuan senilai Rp20.920.000 guna mendukung pembangunan Gedung STAINU Madiun.
Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum sekaligus Ketua MUI Kota Madiun, Dr. KH. Miftahul Huda, M.Pd.I., mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan dari KAI memberikan manfaat langsung bagi para santri sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan lingkungan pesantren.
Melalui program TJSL ini, KAI Daop 7 Madiun berharap keberadaan sarana ibadah yang lebih memadai serta peningkatan fasilitas pendidikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Madiun dan sekitarnya. (rls/ali).
