MADIUN, madiunpunyakita.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan senilai Rp123.126.000 kepada empat penerima manfaat di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan asrama panti asuhan disabilitas, perbaikan fasilitas pendidikan, pengadaan alat kesenian Reog Ponorogo, serta pembaruan alat peraga pencak silat.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga lewat program sosial yang berkelanjutan.
"Program TJSL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berkomitmen tidak hanya berfokus pada operasional dan pelayanan bisnis kereta api, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).
Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan asrama Panti Asuhan Disabilitas di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, sebesar Rp49,2 juta. Selanjutnya, bantuan alat kesenian Reog Ponorogo di Kota Madiun senilai Rp25,7 juta, pengadaan dan pembaruan alat peraga pencak silat sebesar Rp13,2 juta, serta perbaikan TK Klagenserut di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, senilai Rp35,026 juta.
Menurut Tohari, penyaluran bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas pendidikan dan sarana umum, tetapi juga mendukung pelestarian seni budaya tradisional sebagai bagian dari warisan bangsa.
Ia menambahkan, selama Semester I Tahun 2026, KAI Daop 7 Madiun telah menyalurkan bantuan TJSL dengan total mencapai Rp461.771.000 kepada berbagai sektor di wilayah operasionalnya.
Melalui program tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat sektor pendidikan, mendukung penyandang disabilitas, serta menjaga kelestarian budaya lokal secara berkelanjutan. (rls/ali).
