MADIUN, madiunpunyakita.com – Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong investasi sektor kuliner di Caruban tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemasok lokal.
Hal itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menghadiri peresmian gerai Mie Gacoan di Jalan Panglima Sudirman, selatan Masjid Jami’ Al Arifiyah, Kota Caruban, Sabtu (12/9/2026).
Gerai tersebut merupakan outlet kedua Mie Gacoan di wilayah Madiun. Peresmian turut dihadiri jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat Pemkab Madiun, di antaranya Kepala DPMPTSP, Kasatpol PP, Camat Mejayan, Kapolsek Mejayan, dan Danramil Mejayan.
Hari Wuryanto mengapresiasi keputusan manajemen Mie Gacoan membuka cabang di Caruban. Menurut dia, kehadiran investasi baru diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Madiun, kami menyampaikan selamat dan terima kasih atas kepercayaan manajemen Mie Gacoan membuka cabangnya di Caruban. Kehadiran gerai ini kita harapkan membawa manfaat, keberkahan, serta memacu pertumbuhan ekonomi Caruban agar semakin maju sejajar dengan wilayah lainnya,” ujar Hari Wur.
Menurut dia, keberadaan gerai tersebut juga semakin mendekatkan akses kuliner kepada masyarakat Caruban dan sekitarnya. Warga tidak perlu lagi bepergian ke Kota Madiun hanya untuk mendapatkan layanan kuliner yang sama sehingga dapat menghemat biaya dan waktu perjalanan.
Pemkab Madiun juga meminta Mie Gacoan membangun kemitraan berkelanjutan dengan pelaku UMKM dan pemasok bahan baku lokal. Pemerintah daerah berharap sebagian kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari produk petani maupun UMKM di Kabupaten Madiun.
“Harapan kami ada kolaborasi nyata. Bahan baku yang bisa dipasok dari petani atau UMKM lokal Madiun agar dimaksimalkan. Jangan sampai hubungan kerja sama ini hanya hangat-hangat tahi ayam, tetapi harus berlanjut demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Regional Manager Jawa Timur Mie Gacoan Yudistira Hasami Nugroho mengatakan, Caruban dipilih karena memiliki potensi pasar yang terus berkembang. Wilayah tersebut juga dinilai menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan dukungan keberadaan kampus, kawasan industri, dan fasilitas pendidikan.
Yudistira memastikan operasional gerai baru tersebut turut memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat lokal. Dari sekitar 70 tenaga kerja yang direkrut, sebagian besar diprioritaskan bagi warga sekitar yang sebelumnya belum bekerja.
“Kami berupaya memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal. Untuk gerai Caruban ini, sekitar 70 tenaga kerja diprioritaskan dari warga setempat yang belum bekerja,” kata Yudistira.
Selain menyerap tenaga kerja, Mie Gacoan juga mulai menggunakan sejumlah komoditas dari pemasok lokal Madiun, termasuk cabai dan buah-buahan. Pemkab Madiun berharap pola kerja sama tersebut dapat terus diperluas sehingga investasi yang masuk memberikan efek berantai bagi perekonomian masyarakat daerah. (ali).
