KOTA MADIUN, madiunpunyakita.com – Puluhan karya lukis anak menghiasi halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (22/8/2026). Karya tersebut dipamerkan dalam kegiatan Madiun Melukis 2026 yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mendapat apresiasi dari masyarakat.
Kegiatan yang digelar sejak siang hingga malam hari itu dipusatkan di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jalan Pahlawan Kota Madiun. Pesertanya merupakan anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun.
Berbeda dengan kegiatan melukis pada umumnya, Madiun Melukis 2026 tidak dikemas sebagai perlombaan. Kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk parade, sehingga peserta dapat melukis dengan lebih bebas tanpa tekanan untuk menjadi juara.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, ide kegiatan tersebut muncul setelah dirinya melihat sejumlah karya lukis anak yang dinilai memiliki potensi dan menarik untuk diapresiasi.
“Tidak ada lomba. Saya mau parade sehingga adik-adik ini mulai terbiasa, tidak kaku,” kata Bagus Panuntun.
Menurutnya, kawasan PSC dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Dengan begitu, proses anak-anak berkarya maupun hasil lukisan mereka dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.
“Adik-adik ini menggambar bisa disaksikan kreativitasnya oleh banyak orang. Ini satu ruang yang saya buka untuk adik-adik, khususnya yang memang punya kelebihan dalam melukis,” ujarnya.
Selain dipamerkan, lukisan karya peserta juga dapat dibeli oleh pengunjung. Harga karya bervariasi, mulai dari sekitar Rp200.000 hingga jutaan rupiah. Setiap lukisan dilengkapi sertifikat keaslian dari panitia.
Bagus Panuntun berharap lukisan yang dibeli masyarakat maupun organisasi perangkat daerah (OPD) nantinya tidak sekadar menjadi koleksi, tetapi juga dipajang di kantor-kantor pemerintahan. Hal itu dinilai dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus pengalaman berharga bagi para pelukis cilik.
“Kemudian didokumentasi, supaya anak-anak ini teringat dengan pemerintahan; bahwa karyanya juga dipajang di kantor-kantor pemerintahan,” tuturnya.
Bagus Panuntun sendiri turut membeli sejumlah lukisan yang dipamerkan. Sebagian karya tersebut rencananya akan dipajang di Balai Kota Madiun.
“Ya, saya apresiasi karena nanti juga akan saya pajang di Balai Kota. Itu memberikan apresiasi ke seluruh pelukis anak-anak,” katanya.
Antusiasme peserta dan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun berikutnya.
Bagus Panuntun berharap Madiun Melukis dapat berkembang menjadi ruang kreatif yang digelar secara rutin. Selain mendorong anak-anak untuk terus berkarya, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan kreativitas generasi muda dengan masyarakat dan pemerintah melalui seni. (ali).
