MADIUN, madiunpunyakita.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengingatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen pegawai KAI.
KAI menegaskan, seluruh proses rekrutmen pegawai dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi. Informasi mengenai lowongan kerja resmi KAI hanya diumumkan melalui situs karier.kai.id.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, masyarakat perlu memastikan setiap informasi rekrutmen yang diterima berasal dari kanal resmi perusahaan.
“Jangan percaya kepada oknum atau pihak yang menjanjikan kelulusan atau bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI dengan imbalan tertentu,” ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Menurut dia, seluruh proses pendaftaran rekrutmen KAI dilakukan secara mandiri melalui portal resmi. KAI tidak menerima berkas lamaran fisik yang dikirim melalui pos maupun instansi lain di luar ketentuan yang tercantum di situs resmi.
Tahapan seleksi juga dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan awal, tes psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir hingga pendidikan dan pelatihan (diklat).
Setiap hasil seleksi akan diumumkan langsung melalui akun peserta masing-masing di situs resmi rekrutmen KAI. Karena itu, peserta diminta rutin memeriksa akun dan tidak mudah percaya terhadap informasi dari pihak yang tidak berkepentingan.
KAI juga menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Peserta tidak diwajibkan membayar uang muka, biaya administrasi, maupun biaya penggantian akomodasi dan transportasi kepada pihak penyelenggara rekrutmen.
Penawaran yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang, fasilitas, hadiah, atau imbalan lainnya dipastikan merupakan modus penipuan.
KAI turut mengingatkan masyarakat terhadap modus lain, seperti peserta diminta memesan tiket transportasi atau hotel melalui agen perjalanan tertentu. Oknum biasanya berdalih pemesanan tersebut merupakan bagian dari tahapan rekrutmen.
“Jika masyarakat menemukan atau menerima informasi mencurigakan terkait rekrutmen KAI, segera lakukan konfirmasi atau laporkan kepada pihak KAI. Kami mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, jujur, dan berintegritas,” kata Tohari.
KAI mengimbau para pencari kerja untuk tidak menyerahkan data pribadi, uang, maupun melakukan transaksi kepada pihak yang mengaku dapat membantu proses penerimaan pegawai KAI.
Masyarakat juga diminta menyebarluaskan informasi mengenai kanal rekrutmen resmi tersebut agar pencari kerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan KAI. (rls/ali).
