MADIUN, madiunpunyakita.com — Jumlah pelanggan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencapai 1.018.161 orang sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, jumlah pelanggan tersebut terdiri atas 519.006 pelanggan yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 7 Madiun dan 499.155 pelanggan yang tiba.
"Selama Agustus 2026, KAI Daop 7 Madiun melayani total 1.018.161 pelanggan atau naik 15 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 881.850 pelanggan," kata Tohari, Kamis (3/9/2026).
Pada Agustus 2025, jumlah pelanggan yang berangkat tercatat 446.548 orang, sedangkan pelanggan yang tiba sebanyak 435.302 orang.
Menurut Tohari, peningkatan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk bepergian. KAI Daop 7 Madiun pun berkomitmen mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.
"Kinerja angkutan penumpang Daop 7 Madiun pada periode Agustus 2026 ini menunjukkan tren positif bahwa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian," ujarnya.
Sementara itu, Stasiun Madiun menjadi salah satu stasiun dengan mobilitas pelanggan yang cukup tinggi. Sepanjang Agustus 2026, stasiun tersebut melayani 146.705 pelanggan.
Rinciannya, sebanyak 73.363 pelanggan berangkat dari Stasiun Madiun dan 73.342 pelanggan tiba. Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 133.342 pelanggan.
Tohari menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menggunakan layanan kereta api. Menurut dia, KAI Daop 7 Madiun akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan keandalan sarana dan prasarana.
"Atas kinerja positif ini, KAI Daop 7 Madiun menghaturkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan," kata Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga terus mengembangkan inovasi dan fasilitas pelanggan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan prima. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi massal kereta api. (rls/ali).
