MADIUN, madiunpunyakita.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 520,5 juta selama Januari hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan realisasi penyaluran dana TJSL pada Januari-September 2026 mencapai Rp 520.546.000. Sementara itu, pada periode yang sama 2025, dana yang disalurkan tercatat sebesar Rp 413.034.000.
“Kenaikan itu menegaskan konsistensi perusahaan dalam memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Daop 7 Madiun,” ujar Tohari di Madiun, Senin (12/10/2026).
Menurut Tohari, penyaluran dana TJSL difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sektor tersebut meliputi pendidikan, sosial dan keagamaan, seni dan budaya, serta sinergi kewilayahan.
Di sektor pendidikan, bantuan diarahkan untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Adapun di bidang sosial dan keagamaan, bantuan diwujudkan melalui pembangunan serta perbaikan tempat ibadah.
KAI Daop 7 Madiun juga mendukung pelestarian seni dan budaya melalui pengadaan serta pembaruan alat peraga pencak silat dan peralatan kesenian Reog Ponorogo.
Sementara itu, pada sektor sinergi kewilayahan, bantuan disalurkan untuk pengadaan sarana dan prasarana Denpom V/1 Madiun.
Tohari menegaskan, program TJSL merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional kereta api. Pelaksanaannya akan terus dilanjutkan setiap tahun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan perusahaan.
“Program TJSL ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah operasional. Kami memastikan bantuan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat serta kemampuan perusahaan,” katanya.
Selain memberikan bantuan secara langsung, program Bina Lingkungan melalui dana TJSL juga diarahkan untuk mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah. KAI berharap sinergi tersebut dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah di sepanjang wilayah operasional Daop 7 Madiun.
Tohari menambahkan, peran KAI tidak hanya sebatas menyediakan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
“Kehadiran KAI diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial,” pungkasnya. (rls/ali).
