Madiunpunyakita.com — Inovasi pendidikan anak di era digital menjadi fokus utama dalam Seminar “Inovasi Pendidikan Anak: Membangun Masa Depan Anak dengan STEM, AI, dan Robotika” yang berlangsung di Aula Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Achieved.id, OpenMadiun Communicate, Relawan TIK Madiun, HMJ Teknik Rekayasa Industri, dan KIM Pandan Arum, dengan dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan dan literasi digital di daerah.
Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai bidang, di antaranya Rr. Woro Oyi Ananda, S.Psi., M.Psi. (Psikolog), membawakan materi “Mengapa Anak Perlu Belajar dengan Pendekatan STEM”, Fetty Kurniawati, S.I.Kom., M.I.Kom. (Praktisi TIK), dengan topik “Tantangan dan Peluang Keluarga di Era Digital”, dan Ir. Chatarina Dian Indrawati, S.T., M.T. (Akademisi), yang membahas “Potensi AI dan Robotika untuk Pembelajaran Anak.”
Dalam paparannya, Woro Oyi Ananda menjelaskan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk membentuk pola pikir kritis dan solutif sejak dini.
“STEM bukan sekadar tentang sains dan matematika, tetapi tentang cara berpikir dan berinovasi menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Fetty Kurniawati mengingatkan pentingnya pendampingan keluarga di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak-anak.
“Anak-anak sudah aktif di dunia digital, tapi tanpa literasi dan etika yang kuat, mereka mudah terpapar risiko online. Peran keluarga sangat penting untuk membangun karakter digital yang sehat,” tegasnya.
Sedangkan Ir. Chatarina Dian Indrawati menyoroti besarnya potensi AI dan robotika dalam pendidikan.
“AI dan robotika bisa menjadi mitra belajar yang menyenangkan dan efektif, asalkan tetap dalam pengawasan orang dewasa,” ujarnya.
Tak hanya seminar, acara ini juga diramaikan dengan Pameran Produk Hasil Workshop Robotika, AI, dan Coding selama dua hari.
Selain itu, hadir pula kegiatan literasi dari “Perpus Koper Madiun Membaca”, serta permainan edukatif “Ular Tangga Internet Sehat” yang mengajarkan etika dan keamanan digital dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.
Peserta, yang terdiri dari pelajar, guru, dan orang tua, menunjukkan antusias tinggi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk menyiapkan generasi cerdas digital.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap lahir lebih banyak inovator muda dari Madiun yang siap beradaptasi dan beretika di dunia digital.
“Kami ingin anak-anak Madiun tumbuh menjadi generasi yang kreatif, tangguh, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,” tutup panitia kegiatan.
📰 Redaksi Pendidikan & Teknologi
Liputan Khusus: Seminar & Pameran Inovasi Pendidikan Anak – Madiun tahun 2025.

