Madiunpunyakita.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada awal masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama dua hari pertama angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun melayani sebanyak 26.596 pelanggan di seluruh stasiun wilayah kerjanya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.725 pelanggan tercatat dilayani di lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi. Stasiun Madiun menjadi yang terpadat dengan total 8.983 pelanggan, disusul Stasiun Kediri 3.256 pelanggan, Stasiun Jombang 3.069 pelanggan, Stasiun Blitar 2.240 pelanggan, serta Stasiun Tulungagung 2.177 pelanggan.
Daop 7 Madiun mengelola 34 stasiun aktif yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Jawa Timur, dengan batas barat Stasiun Walikukun, batas timur Stasiun Curahmalang, dan batas selatan Stasiun Talun. Kesiapan stasiun dan perjalanan kereta terus dioptimalkan guna mendukung kelancaran angkutan Nataru.
Berdasarkan data hingga Jumat (19/12/2025), selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 70.500 pelanggan telah memesan tiket keberangkatan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 7 Madiun. Sementara jumlah pelanggan yang turun di wilayah tersebut mencapai 72.322 orang.
Untuk mendukung layanan selama masa libur akhir tahun, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan rata-rata 11 perjalanan kereta api per hari dengan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas pelayanan. KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk tiket kereta api jarak jauh kelas ekonomi komersial pada periode tertentu.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, tingginya pergerakan penumpang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Ia mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, mematuhi ketentuan perjalanan, serta memanfaatkan kanal resmi KAI untuk memperoleh informasi selama masa Angkutan Nataru 2025/2026. (mpk01).
