MADIUN, madiunpunyakita.com – Perjalanan hidup Eko Maeran menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah keadaan. Warga Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun itu kini sukses mengembangkan usaha perdagangan hasil bumi setelah memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Sebelum menjadi pedagang hasil bumi, pria yang akrab disapa Pak Eko tersebut bekerja sebagai karyawan toko bangunan sejak 2018. Di sela pekerjaannya, ia juga tetap mengelola sawah dan tanah tegal miliknya.
Namun, pada 2020, ia memutuskan fokus menekuni usaha perdagangan hasil pertanian seperti porang, jagung, kunyit, kakao, dan komoditas hasil bumi lainnya.
Perjalanan usaha yang dijalani tidak selalu berjalan mulus. Ia dan istrinya sempat mengalami musibah setelah tertipu hingga kehilangan sejumlah uang dalam jumlah besar. Kondisi itu sempat membuat usaha mereka terguncang.
Meski begitu, Pak Eko dan sang istri memilih bangkit dan terus bekerja sama mengembangkan usaha.
“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan. Pada 2021 saya memutuskan untuk mulai mencoba mengajukan kredit untuk modal usaha di BRI Unit Gemarang,” ujar Eko, Jumat (15/5/2026).
Ia mengaku, saat itu kondisi usahanya terkendala modal karena sebagian dana telah digunakan untuk membeli mobil pikap guna mendukung operasional pengangkutan barang dagangan.
Keputusan mengajukan KUR ke BRI menjadi titik balik bagi perkembangan usahanya. Pengajuan pembiayaan tersebut disambut baik oleh BRI Unit Gemarang dengan pinjaman awal sebesar Rp10 juta.
Seiring perkembangan usaha yang semakin pesat, nilai pembiayaan yang dimanfaatkan Eko kini meningkat hingga Rp80 juta.
“Dulu awal mulai saya ambil kredit Rp10 juta, sekarang sudah berkembang hingga Rp80 juta,” katanya.
Berkat tambahan modal tersebut, usaha perdagangan hasil bumi miliknya kini semakin berkembang. Jangkauan usahanya yang semula hanya di sekitar Desa Batok kini meluas hingga desa-desa lain di Kecamatan Gemarang dan wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Peningkatan usaha itu juga terlihat dari semakin banyaknya stok barang dagangan yang dikelola serta dukungan armada pikap untuk memperlancar distribusi hasil bumi.
Sementara itu, Kepala BRI Unit Gemarang, Bayu Adi Kusuma, mengatakan mayoritas masyarakat di Desa Batok telah memanfaatkan layanan perbankan BRI, termasuk program KUR untuk pengembangan usaha.
“Sekitar 70 persen warga Desa Batok sudah menjadi nasabah BRI dan memanfaatkan program KUR sebagai tambahan modal usaha,” ujarnya.
Menurut Bayu, BRI tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga aktif memberikan pendampingan dan edukasi kepada pelaku UMKM.
“Kami terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang, termasuk melalui kemudahan transaksi digital seperti BRImo dan QRIS,” katanya.
Ia menambahkan, melalui model bisnis berbasis kemitraan, BRI terus mendorong terciptanya ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi digital.
Di kesempatan terpisah, Branch Office Head BRI BO Madiun, Rizki Akbar Trilaksono, menegaskan bahwa BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR kepada pelaku UMKM.
“Kisah inspiratif Pak Eko Maeran ini menunjukkan dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan, pendampingan usaha, dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tegas Rizki. (rls/ali).
