
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi.
MADIUN, madiunpunyakita.com – Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan perhatian serius terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Madiun yang digelar di ruang IT Pemkab Madiun, Selasa (26/5/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya dan dihadiri sejumlah pihak terkait, mulai dari Kepala Baperida, pimpinan OPD, BPS, BPJS, perbankan, Baznas, hingga akademisi dari Universitas Sebelas Maret dan Universitas Merdeka Madiun.
Usai rakor, Wakil Bupati Madiun mengatakan dirinya bersama Bupati Madiun telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Madiun.
Menurut dia, sektor kesehatan menjadi perhatian utama karena kondisi kesehatan masyarakat berkaitan langsung dengan potensi munculnya kemiskinan. Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan agar masyarakat memiliki pola pikir dan kemampuan untuk keluar dari lingkar kemiskinan.
“Kemudian yang ketiga adalah mendatangkan investor agar tercipta lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum dirinya dan Bupati Madiun menjabat, angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Madiun masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun masih berada di bawah provinsi.
Namun, melalui berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah, kondisi tersebut mulai menunjukkan perbaikan.
“Melalui beberapa kebijakan Pak Bupati, hari ini kita sudah bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, bahkan sudah di bawah provinsi. Dan kita akan meningkatkan IPM agar tidak lagi di bawah provinsi,” katanya.
Selain itu, Pemkab Madiun juga menambah kuota beasiswa bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemerintah daerah juga membangun Sekolah Rakyat serta menggelar job fair guna membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.
Purnomo optimistis berbagai program tersebut dapat secara bertahap menekan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun.
Di sisi lain, Pemkab Madiun juga akan melakukan verifikasi dan evaluasi data penerima bantuan sosial (bansos) agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Salah satunya, sudah ada kesepakatan bersama dengan pihak terkait berupa stikerisasi bagi mereka yang mendapatkan bantuan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya. (ali).