![]() |
| Kepala Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan |
Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Madiun memperluas pemasaran produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi usaha mikro kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdagkop dan UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.
Salah satunya melalui program Inkubator Bisnis. Program tersebut memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perbaikan kemasan, sertifikasi halal, hingga membuka akses pemasaran.
"Kalau untuk usaha mikro, kita ada program Inkubator Bisnis. Mereka kita fasilitasi, kita berikan layanan untuk NIB, kemudian kemasan, produk halal, dan seterusnya sampai ke akses pemasaran," kata Indra.
Menurut dia, akses pemasaran juga diperkuat melalui fasilitasi keikutsertaan pelaku UMKM dalam berbagai pameran, termasuk AOE 2026.
Melalui pameran tersebut, produk-produk unggulan Kabupaten Madiun diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha.
"Harapannya produk-produk kita cukup dikenal masyarakat dan tentunya dibutuhkan, diminati. Sehingga bisa menyejahterakan pelaku-pelaku usaha yang ada di Kabupaten Madiun," ujar Indra.
Dalam AOE 2026, Pemkab Madiun menampilkan berbagai potensi daerah, termasuk produk olahan dan komoditas unggulan seperti beras porang serta produk UMKM.
Pemkab Madiun berharap promosi melalui pameran dapat mendorong produk lokal semakin dikenal, diminati konsumen, dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di daerah. (ali).
