
Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Puji Rahmawati
TANGERANG, madiunpunyakita.com — Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun memperkenalkan sejumlah potensi unggulan daerah dalam ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pameran yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Kabupaten Madiun untuk mempromosikan sektor pariwisata, olahraga, hingga produk dan budaya lokal kepada masyarakat serta calon investor.
Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Puji Rahmawati mengatakan, sektor olahraga memiliki sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan. Namun, pencak silat menjadi salah satu yang paling ditonjolkan karena berkaitan erat dengan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat.
“Karena ikonnya Kampung Pesilat, tentu silat itu juga merupakan salah satu unggulan kita,” kata Puji Rahmawati.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Madiun tetap memberikan perhatian terhadap berbagai cabor lainnya, seperti bola voli, bulu tangkis, dan sepak bola.
Selain pencak silat, olahraga paralayang juga tengah dikembangkan sebagai potensi unggulan baru. Kabupaten Madiun memiliki lokasi lepas landas paralayang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan.
Lokasi tersebut bahkan telah digunakan untuk penyelenggaraan Kejuaraan Paralayang Bupati Cup se-Jawa Timur Liga II.
“Paralayang itu tidak semua daerah punya tempat untuk take off. Kebetulan di kita punya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan,” ujarnya.
Tonjolkan Wisata Alam
Di sektor pariwisata, Pemkab Madiun mengedepankan destinasi berbasis alam. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan potensi wilayah Kabupaten Madiun yang memiliki beragam kawasan alam.
Selain kawasan wisata di Kecamatan Kare, salah satu destinasi yang turut diperkenalkan adalah Pasar Pundensari di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun.
Destinasi tersebut menawarkan suasana pedesaan dengan konsep tradisional. Pengunjung dapat merasakan nuansa kehidupan masa lalu sekaligus menikmati lingkungan yang dekat dengan alam.
“Kalau wisatawan ingin merasakan vibes pedesaan atau zaman dulu, datanglah ke Pasar Pundensari,” kata Puji Rahmawati.
Kenalkan Kuliner dan Batik Khas Madiun
Tidak hanya pariwisata dan olahraga, booth Kabupaten Madiun di AOE 2026 juga menampilkan berbagai produk unggulan daerah.
Puji Rahmawati menyebut beras porang menjadi salah satu produk yang diperkenalkan kepada pengunjung. Produk tersebut dipadukan dengan sejumlah kuliner khas Madiun, seperti pecel dan brem.
“Mangga teman-teman ke booth Kabupaten Madiun, merasakan sensasi pecel Madiun, brem Madiun, dan beras porang dari tanaman yang tumbuh di Kabupaten Madiun,” tuturnya.
Budaya lokal juga menjadi bagian dari promosi. Para perwakilan Kabupaten Madiun mengenakan batik khas Kampung Pesilat sebagai salah satu identitas daerah.
Selain itu, potensi pariwisata alam Kabupaten Madiun ditampilkan melalui foto dan gambar destinasi wisata.
Promosi budaya tersebut akan dilanjutkan melalui kegiatan fashion show pada Jumat (28/8/2026). Dalam kegiatan itu, batik khas Kabupaten Madiun akan dipadukan dengan desain busana yang dibawakan oleh duta wisata Kabupaten Madiun.
Puji Rahmawati berharap keikutsertaan dalam AOE 2026 dapat memperluas pengenalan potensi Kabupaten Madiun sekaligus menarik minat wisatawan dan investor untuk datang dan melihat langsung berbagai keunggulan daerah tersebut. (ali).